Sabtu, 01 Oktober 2011

Mengeola marah

Mengelola marah secara efektif

Marah adalah suatu eksprsi emosi yang normal. Kita semua tentu pernah mengalaminya. Namum ternyata mengelola marah ternyata tidaklah selalu mudah, terutama saat kita sedang menghadapi banyak tekanan, baik di tempat kerja maupun di rumah.

Selain itu cara kita mengungkapkan amarah bisa memperbaiki hubungan kita (jika diekspresikan secara tepat) atau bahkan menyakiti orang yang kita sayangi (jikasiekpresikan dengan kurang tepat).

Dalam keluarga, amarah yang tidak tersalurkan secara tepat dapat menjadi pemicu tegangnya suatu hubungan, persaingan antar saudara kandung, pertengkaran dan konflik yang berkepanjangan dan bahkan perceraian.

Mengelola marah bagi anak-anak
  • Belajar mengungkap marah , orang tua dapat mengajarkan anak untuk mengespresikan marah melalui kata-kata yang tepat. contoh,'Aku kesal, karena kamu ambil mainanku"
  • Tidak menyakiti seseorang atau merusak barang ketika marah. Anak-anak perlu belajar bahwa perilaku seperti ini tidak dapat diterima dan mempunyai konsekuensi negatif. Orangtua perlu berhati-hati dala mengekspresikan marah di depan anak-anak, agar tidak"meniru" perilaku dan sikap yang kurang tepat.
  • Ajari anak untukbersikap tenang.Anak diajarakn dan dilatih teknik relaksasi sederhana, untuk membantu menenangkan diri saat dia marah. Ajaklah ia duduk, lalu tariklah nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya secara perlahan. Ataupun berulang kali mengatakan padanya seperti, " Tenang. Kakak tenang Ya".
Konflik memang tidak dapat dihindari. Namun strategi disiplin berikut ini dapat membantu orang tua dan anak-anak untuk menghadapinya secara lebih efektif.
  1. Pecahkan masalah bersama-sama. Dapat membantu anak mengembangkan"sense of ownwership"(sikap memiliki)."kalau tidk bisa menemukan sepatumu, kita semua akan telat ke Mall. Di mana sebaiknya kamu simpan sepatumu, supaya lebih mudah ditemukan?"
  2. Abaikan perilaku tertentu. Perilaku yang menjengkelkan namun tidak berbahaya, contoh merengek, sumpah serapah ataupun menangis keras-keras, akhirnya akan hilang jika tak diacuhkan.
  3. Berilah peringatan tanpa ancaman. Contoh,"Jika kamu menyimpan mainanmu, kamu boleh pergi main dengan teman temanmu di halaman." ini adalah cara positif untuk memberikan suatu pilihan pada anak. Dengan perilaku yang baik,ia bisa memperoleh hal-hal yang ia sukai. Namun jika berperilaku buruk, maka ia akan kehilangan hak istimewanya.
  4. Beri waktu untuk tenang. Ketika anak bersikap agresif, beri ia sedikit "waktu untuk tenang" sampai ia bisa menunjukkan perilaku yang pantas.Pilihlah sebuah tempat yang aman baginya dan dapat diawasi, lalu katakan pada anak,"setelah kamu tenang, kita akan bicarakan apa yang sudah terjadi."
Sumber : EAP - Iradat Konsultan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar